Download Aplikasi Ceritamu Hemat Pulsa Off
ceritamu

Cinta : Cinta Ke 2 Untukmu part 4

Cinta Ke 2 Untukmu part 4

Semenjak saat itu hubungannya dengan Vanya makin serius,Rio sering kali datang ke rumah Vanya untuk berkunjung & menjumpai keluarga besarnya.Dia ingin secepatnya melangsungkan pernikahan dengan Vanya,dia ingin meresmikan hubungannya yang telah berjalan 1th ini.
Rio memasuki kamar Vanya yang bersih,wangi banget ruangan ini,batinnya,dia pasti betah berlama lama menikmati nyamannya kamar Vanya nanti setelah mereka menikah,, tiap sudut ruangan di telitinya,ga ada sedikitpun debu menempel di lantai,Vanya yang sedang asik masak di dapur tak menghiraukan Rio yang sedari tadi menikmati kasur empuk miliknya,biarkan dia beristirahat,batinnya.Padahal di kamar Rio malah asik meneliti tiap lemari & laci milik Vanya cuma untuk memastikan bahwa Vanya tidak mengkonsumsi obat obatan terlarang,atau sesuatu yang mencurigakan,siapa tau aja di balik keanggunan & kelembutannya yang keibuan dia menyimpan sesuatu yang berbahaya,pikir Rio.
Sampai pada lemari rias milik Vanya,Rio berkaca,membenarkan rambut jabriknya yang agak kusut,& pandangannya tertuju pada laci toliet yang terkunci,di bukanya laci itu pelan & berhasil,lacinya terbuka,ada sebuah buku diary,terkunci,Rio kebingungan membuka diary itu,di bolak baliknya diary itu sampai Rio pusing,"aah,gimana sih ini?" Gumamnya kesal,tiba tiba "set" ada sesuatu yang jatuh dari diary itu,Rio buru buru memungutnya & mengamati benda itu, "tespeck?! Positif? Punya siapa?" Jidat Rio berkerut,setau Rio dia ga pernah sama sekali melakukan hubungan intim dengan Vanya,karna dia ingin menikmatinya nanti di saat hubungan mereka sudah resmi,& Rio bener bener memegang prinsip itu, "Rio?" Vanya tiba tiba nongol di balik pintu,Rio gelagapan,tespeck itu masih dalam genggamannya, "kamu lancang banget sih buka buka laci orang! Ini kan bukan milik kamu,harusnya kamu ga boleh ngelakuin itu!!" Di serobotnya diary Vanya dari tangan Rio,tapi Vanya ga tau kalo tangan sebelah kiri Rio masih menggenggam tespeck entah milik siapa,buru buru Vanya memasukkan kembali diary miliknya & mengunci rapat rapat laci itu, "maaf beb,maaf.. Aku ga sengaja.." Ujar Rio merendah,padahal sebenernya dia penasaran banget sama hasil temuan yang di genggamnya,Vanya cemberut,buru buru keluar kamar & berteriak dari luar, "buruan makan..", Rio mengelap keringatnya yang segede gede biji jagung.

Rio pulang sambil masih menimang tespeck hasil temuannya,dia pulang dengan perasaan galau,bimbang,resah & gelisah.Hatinya bertanya tanya,punya siapa tespeck itu?? Pikiran Rio berkecamuk,pikirannya kacau,"ga mungkin itu punya Vanya,ga mungkin,setauku dia ga pernah punya temen cowok,apa lagi sampe ngelakuin hal sebodoh itu?ga mungkiiin.. " Rio sebisa mungkin menepis pikiran negatifnya terhadap Vanya,dia itu cewek baik baik,ga mungkin kaya gitu batin Rio berkelit.

Vanya kebingungan mencari cari sesuatu di laci meja riasnya,perasaan dia menaruhnya di tempat yang aman,tapi lagi lagi dia kehilangan jejak,apa jangan jangan dia lupa menaruhnya?Vanya menggaruk garuk kepalanya bingung,mengingat ingat lagi dimana dia taruh barang itu,& deg!! "Rio?! Apa jangan jangan di ambil Rio?tapi ga mungkin,, dia kan ga bisa buka diary itu,ga mungkin dia bisa menemukannya?" Gumam Vanya gelisah,tiba tiba dia mendengar suara Rio dari balik pintu yang asik ngobrol sama adiknya,Vanya berpura pura merapikan tempat tidurnya, "ceklek" Rio membuka kenop pintu,Vanya menoleh, "Rio? Ko ga bilang bilang kalo mau kesini?kan aku bisa siap siap" , "siap siap kemana?" Sahut Rio,Vanya duduk di atas tempat tidurnya yang empuk, "kirain mau ngajak keluar hehee" Vanya nampak kikuk,Rio masuk ke dalam kamar & mengamati seisi ruangan, "aku pengen nginep sini beb,sehari aja boleh?" Kata Rio menggoda,Vanya mendelik,mencubit lengan Rio lembut, "boleeh,, tapi kamu tidurnya harus sama papa,mau ga?" Tawar Vanya sambil ketawa kecil,tiba tiba Rio mengeluarkan sesuatu dari saku celana jeansnya, "maaf ya beb,kemarin aku ga sengaja nemu ini di lantai",Vanya terbelalak kaget mengetahui apa yang barusan di sodorin Rio,tespecknya yang dari tadi dia cari cari,ternyata bener Rio yang ngambil, "kamu bener bener lancang ya yo?aku benci sama kamu!!" Ujar Vanya dengan suara serak,menahan tangis,air matanya mengambang di pelupuk mata,jantung Rio berdetak lebih kencang,kenapa Vanya menangis?kenapa dia marah?apa tespeck ini benar benar miliknya?tubuh Rio lemas,Vanya mulai sesenggukan,kepalanya tertunduk lesu,ada kekecewaan menyelimuti batinnya,Rio mengelus kepala Vanya lembut,rambutnya yang panjang menjuntai beraturan, "maafiin aku ya beb,aku ga sengaja.." Rio makin bingung liat Vanya nangis bombay.
Suasana hening,hanya detak jantung masing masing yang memperdengarkan suaranya,Vanya menatap Rio lekat lekat,seperti ingin menyampaikan sesuatu tapi dia bingung harus memulai dari mana, "Rio,maafin aku.. Aku emang ga pantes buat kamu",Rio menatap Vanya dengan tatapan nanar, "maksud kamu?" Kata Rio heran,batinnya bertanya tanya, "aku hamil yo.. Maafin aku.. Hiks! Hiks! " Vanya tak bisa membendung air matanya,Rio bagai di sambar petir di siang bolong " blarrr!!" ,dinding hatinya roboh,pikiran negatif tentang Vanya yang selama ini di tepisnya ternyata benar,ketidak sanggupannya menerima kenyataan pahit kini terjawab sudah,Rio benar benar telah menerima kenyataan pahit itu,apa kata keluarganya,apa kata mama papanya,apa kata teman temannya nanti kalo sampai dia tetap menikah dengan perempuan yang tengah berbadan dua,& parahnya lagi bukan dari hasil hubungannya dengan Vanya,Vanya merangkul tubuh Rio yang hampir roboh,kokohnya prinsip yang di pegangnya sampai sekarang justru membawanya dalam kenyataan yang dia takuti, "jangan sentuh aku,aku muak sama kamu!! Perempuan jalang yang sok suci,ular berbisa yang beracun! Kurang apa aku sama kamu?" Rio ingin sekali menampar perempuan jalang di hadapannya ini,tapi dia harus tetap bisa menguasai emosinya,dia ga mau bikin ribut di rumah orang, "aku ga perduli mau kamu hamil sama siapa,yang jelas hubungan kita cukup sampai di sini,& jangan pernah lagi kamu tunjukkin muka kamu yang bejat itu di hadapanku!!" Rio segera keluar dari kamar Vanya & meninggalkan rumahnya yang kebetulan sepi,cuma ada adik cowok Vanya yang bengong ngeliat muka Rio merah padam.

Rio makin terpuruk,berhari hari dia mengurung diri di kamar meratapi nasibnya yang malang, " apa ini balasan darimu Tuhan? Apa ini balasan dari semua perbuatanku dulu? Ampuni aku Tuhan.. Ampuni aku.. " Rio tak bisa membendung air matanya yang mengalir deras,dalam apartement seorang diri tanpa teman pelipur lara,Rio benar benar mengalami masa masa sulit,di saat dia ingin berubah menjadi orang yang lebih baik,ternyata dia di hadapkan pada kenyataan yang membuatnya kehilangan arah.

  1. zhiyi

    wah bagus juga ini bagian kisah nyata seseorang nih west keren habis

Tulis Komentar
    • Coklat Beng Beng vs Top, yang menang…

      lilien       253 kali

      Masa sih cuma gara2 beng beng hargana jadi 1500 satu, gue jadi dibeliin top, ah ga adil pisan atuh nya. Padahal temen gw udah janji kalo gw mau nganterin dia ke wc ntar gw dibeliin beng beng. Yaudah gw anterin weh jadinya, tapi na pas gw tagih beng beng na… selengkapnya